Alat Musik Tradisional Jawa Barat Terpopuler

Indonesia merupakan negara yang sangat luas. Dengan keberagaman etnik dan budaya menjadikan negara indonesia merupakan salah satu negara multi etnik yang paling banyak di dunia. Indonesia letak geografisnya juga sangat strategis. Indonesia dihapit oleh 2 benua dan juga 2 samudera. Dengan penduduk yang totalnya lebih 230 juta orang dan multi kultur, Bisa dikatakan indonesia adalah negara dengan keberagaman budaya dan kultur terbanyak di dunia.

Karena kebudayaan yang luar biaya banyak, otomatis alat musik tradisionalnya pun beragam. Di setiap masing-masing provinsi memiliki alat tradisional yang berbeda-beda. Untuk hari ini, admin akan membahas tentang alat musik tradisional jawa barat sebagai permulaan.

Alat musik tradisional jawa banyak sekali menggunakan bahan bambu sebagai bahan utamanya. mungkin kalian sering mendengan alat musik angklung yang bahkan alat musik ini sudah sampai mancanegara. Bahkan banyak sekali orang asing yang sengaja datang ke indonesia untuk bisa belajar memainkan angklung. oleh karena itu hobigue.com akan menjelaskan beberapa alat musik tradisional jawa barat yang paling terpopuler.

1. Angklung

angklung merupakan salah satu alat musik yang paling populer di jawa barat. Angklung sendiri perkembangannya di dalam budaya sunda. Alat musik ini dibuat dengan menggunakan bambu yang ukurannya di buat sengaja berbeda agar menghasilkan nada sesuai dari yang di inginkan. Biasanya di dalam 1 angklung terdapat beberapa ukuran sehingga angklung memiliki nada dari hasil penggabungan lebih dari 1. Cara memainkan alat musik angklung adalah di goyang, sehingga bambu akan saling berbenturan dengan badan pipa bambu dan menghasilkan bunyi. Angklung juga sekarang ini sudah menjadi warisan budaya dunia Versi UNESCO. Oleh karena itu kita sebagai Rakyat Indonesia harusnya bangga karena angklung sudah sangat mendunia.

Menurut Wikipedia, Asal-usul angklung tidak bisa di ketahui secara pasti. namun ada cerita yang berkembang bahwa angklung sudah digunakan di dalam kultur neolitikum yang berkembang di indonesia. Catatan sejarah yang di dapat, angklung baru muncul saat jaman kerajaan sunda dahulu yaitu sekitar abad ke 12 sampai abad ke 16. Pada awalnya, angklung digunakan sebagai ritual untuk penanaman padi.

Klik Disini : Penjelasan Lengkap dan Sejarah Angklung di Indonesia

2. Arumba

Arumba adalah sekumpulan alat musik yang terbuat dari bambu. Bahkan di dalam arumba ada juga angklung. Arumba di kenalkan pada tahun 1960 an tepatnya di jawa barat. Arumba sebenarnya bukan termasuk alat musik, namun termasuk seni musik yang menggabungkan beberapa alat musik dari bambu.

Menurut cerita, di tahun 60 an tepatnya 1960, seniman bernama Yoes Roesadi dan temannya membuat grup musik atau kelompok musik. Nah pada saat itu baru lah muncul yang disebut arumba. Arumba sendiri ternyata merupakan singkatan dari alunan rumpun bambu.

Susunan untuk ensemble arumba adalah terdiri dari angklung solo, gambang melody, gambang pengiring, bass lodong, dan juga gendang. namun dengan perkembangan alat musik saat ini, angklung solo sudah mulai digantikan dengan angklung toel.

3. Calung

Calung yakni alat musik purwarupa jenis idiofon yang terbuat dari bambu. Alat musik ini diketahui dan berkembang di Banyumas dan Sunda. Berbeda dengan angklung yang dimainkan dengan cara digoyangkan, cara menabuh calung yakni dengan memukul bilah atau ruas (tabung bambu) yang tersusun menurut titi laras (tangga nada) pentatonik (da-mi-na-ti-la untuk masyarakat Sunda, dan ji-ro-lu-ma-nem untuk masyarakat Banyumas). Jenis bambu untuk pembuatan calung kebanyakan dari awi wulung (bambu hitam), melainkan ada pula yang dibuat dari awi temen (bambu ater, berwarna hijau).

Calung selain sebagai alat musik juga menempel dengan sebutan seni pertunjukan. Ada dua wujud calung yang diketahui, yakni calung rantay dan calung jinjing.

Calung Rantay
Calung rantay bilah tabungnya dideretkan dengan tali kulit waru (lulub) dari yang paling besar sampai yang paling kecil, banyaknya 7 wilahan (7 ruas bambu) atau lebih. Formasi alatnya ada yang satu jejeran serta ada pula yang dua jejeran (calung indung serta calung anak/calung rincik). Langkah memainkan calung rantay dipukul dengan dua tangan sembari duduk bersilah, umumnya calung itu diikat di pohon atau bilik rumah (calung rantay Banjaran-Bandung), ada pula yang dibikin ancak “dudukan” khusus dari bambu/kayu, contohnya calung tarawangsa di Cibalong serta Cipatujah, Tasikmalaya, calung rantay di Banjaran serta Kanekes/Baduy.

Calung Jinjing
calung jinjing berbentuk jejeran bambu bernada yang jadikan satu dengan sebilah kecil bambu (paniir). Calung jinjing terdiri atas empat atau lima buah, seperti calung kingking (terbagi dalam 12 tabung bambu), calung panepas (5 /3 serta 2 tabung bambu), calung jongjrong(5 /3 serta 2 tabung bambu), serta calung gonggong (2 tabung bambu). Kelengkapan calung dalam perkembangannya saat ini ada yang cuma memakai calung kingking sebuah, panempas dua buah serta calung gonggong sebuah, tanpa memakai calung jongjrong Langkah memainkannya dipukul dengan tangan kanan menggunakan pemukul, serta tangan kiri membawa/memegang alat musik itu. Sedangkan teknik menabuhnya antar lainnya dimelodi, dikeleter, dikemprang, dikempyung, diraeh, dirincik, dirangkep (diracek), salancar, kotrek, serta solorok.

4. Celempung dan Siter

alat musik celempung
alat musik celempung

Siter serta celempung ialah alat musik petik di gamelan Jawa. Ada hubungan dengan kecapi di gamelan Sunda. Siter serta celempung masing-masing mempunyai 11 serta 13 pasang senar, direntang ke dua sisinya diantara kotak resonator. Ciri khasnya satu senar disetel nada pelog serta senar yang lain dengan nada slendro. Biasanya sitar mempunyai panjang seputar 30 cm serta dimasukkan dalam satu kotak saat dimainkan, sedang celempung panjangnya kurang lebih 90 cm serta mempunyai empat kaki, dan disetel satu oktaf dibawah siter. Siter serta celempung dimainkan menjadi satu diantara alat musik yang dimainkan bersama dengan (panerusan), menjadi instrumen yang mainkan cengkok (skema melodik berdasar pada balungan). Baik siter ataupun celempung dimainkan dengan kecepatan yang sama juga dengan gambang (temponya cepat).

Nama “siter” datang dari Bahasa Belanda “citer”, yang terkait dengan Bahasa Inggris “zither”. “Celempung” terkait dengan bentuk musikal Sunda celempungan.

kecapi siter
kecapi siter

Senar siter dimainkan dengan ibu jari, sedangkan jari lainnya dipakai untuk meredam getaran saat senar lainnya dipetik, ini umumnya merupakan keunikan instrumen gamelan. Jari ke-2 tangan dipakai untuk meredam, dengan jari tangan kanan berada dibawah senar dan jari tangan kiri ada diatas senar.

Siter serta celempung dengan beberapa ukuran ialah instrumen ciri khas Gamelan Siteran, walaupun juga digunakan dalam beberapa type gamelan lainnya.

5. Gendang / Kendang / Khendang

alat musik kendhang atau gendang
alat musik kendhang atau gendang

Kendang atau kendhang ialah instrumen dalam gamelan Jawa Tengah serta Jawa Barat yang salah satunya manfaat pentingnya mengontrol irama. Instrument ini dibunyikan dengan tangan, tanpa alat bantu. Tipe kendang yang kecil disebut ketipung, yang menengah disebut kendang ciblon/kebar. Pasangan ketipung ada lagi bernama kendang gedhe biasa disebut kendang kalih. Kendang kalih dimainkan pada lagu atau gendhing yang berkarakter halus seperti ketawang, gendhing kethuk kalih, serta ladrang irama dadi. Bisa pula dimainkan cepat pada pembukaan lagu tipe lancaran ,ladrang irama tanggung. Untuk wayangan ada lagi satu kendhang yang ciri khas yakni kendhang kosek.

Kendang umumnya dimainkan oleh beberapa pemain gamelan profesional, yang telah lama menyelami budaya Jawa. Kendang umumnya di mainkan sesuai dengan perasaan pengendang, hingga jika dimainkan oleh satu orang dengan orang yang lain maka berlainan nuansanya.

Kendang di Jawa Barat pada umumnya dimaksud dengan kendang Sunda. Kendang Sunda pada sebuah set minimum terbagi dalam tiga kendang yakni satu kendang indung (kendang besar) serta dua kendang anak (kendang kulanter). Kendang kulanter terbagi menjadi dua yakni kendang katipung (dibunyikan wangkis/bagian yang besarnya dengan nada tung serta kendang kutiplak (dibunyikan wangkis/bagian yang kecil dengan suara pak. Kendang Sunda banyak macamnya yang dibedakan sesuai fungsinya dalam iringan, diantaranya Kendang Kiliningan, Kendang Jaipongan, Kendang Ketuk Tilu, Kendang Keurseus, Kendang Penca Silat, Kendang Bajidoran, Kendang Sisingaan, dan sebagainya. Tiap-tiap type kendang dalam karawitan Sunda mempunyai perbedaan dalam soal ukuran, pola, jenis, serta motif.

Kendang Jaipong atau Kendang Jaipongan ialah kendang Sunda yang dipakai untuk menemani tari Jaipongan. Kendang Jaipong termasuk juga salah satunya kendang Sunda yang menyebar ke beberapa daerah di Indonesia bahkan juga mancanegara. Kendang Jaipong bisa masuk dalam beberapa tipe kesenian di Indonesia. Di Jawa Barat, kendang Jaipong memengaruhi kesenian Wayang Golek, Kiliningan, Ketuk Tilu, Bajidoran. Di Yogyakarta, kendang Jaipong dipakai dalam kesenian Campursari, Wayang Kulit, Ketoprak, Jatilan, Iringan Tari Kreasi Baru, serta Formasi. Di Semarang, kendang Jaipong dipakai dalam kesenian Gambang Semarang, begitupun di Banyumas, kendang Jaipong masuk dalam Angklung Banyumas serta Wayang Kulit, Bahkan juga di Bali, kendang Jaipong masuk juga dalam satu diantaranya kesenian yakni kesenian Joged Bumbungkein. Diluar itu, kendang Jaipong serta nuansa musikalitasnya seringkali diadopsi oleh musik popular seperti musik jazz, musik dangdut, keroncong. Seluruhnya manandakan jika kendang Jaipong demikian fleksibel hingga bisa masuk dalam beberapa tipe kesenian.

Tehnik mainkan kendang Sunda disebut dengan istilah Tepak. Tepak bisa bermakna tehnik pukulan (tepok, tepukan), cara seseorang dalam memainkan kendang, skema pada sebuah lagu, macam, atau motif dalam kendang Sunda. Tepak kendang Jaipongan dibuat oleh Suwanda, seseorang seniman yang datang dari Karawang Jawa Barat. Tepak kendang Jaipongan dibuat bersumber dari beberapa macam kesenian yang berkembang di masyarakata Jawa Barat. Salah satunya keunikan tepak kendang Jaipongan ialah tehnik diteunggeul. Tepak diteunggeul berarti mainkan kendang dengan keras, bertenaga, serta energik.

7. Karinding

alat musik Karinding
alat musik Karinding

Karinding adalah satu diantaranya alat musik tiup tradisionil Sunda. Ada banyak tempat yang biasa membuat karinding, seperti di lingkung Citamiang, Pasirmukti, (Tasikmalaya), Lewo Malangbong, (Garut), serta Cikalongkulon (Cianjur) yang dibuat dengan pelepah kawung (enau). Di daerah Limbangan serta Cililin karinding dibujat dari bambu, serta yang memakainya ialah para wanita, dan juga memiliki bentuk saperti tusuk agar gampang ditusukan di sanggul rambut. Dann bahan enau umumnya digunakan oleh lelaki, memiliki bentuk lebih pendek agar dapat diselipkan dalam wadah rokok. Bentuk karinding ada tiga ruas.

Karinding disimpan di bibir, lalu tepok sisi pemukulnya agar tercipta resonansi suara. Karindng umumnya dimainkan dengan solo atau group (2 sampai 5 orang). Seroang diantaranya disebut pengontrol suara atau pengontrol ritem. Di daerah Ciawi, dulunya karinding dimainkan berbarengan takokak (alat musik memiliki bentuk serupa daun).

Secara konvensional menurut penuturan Abah Olot suara atau pirigan dalam mainkan karinding ada 4 type, yakni: tonggeret, gogondangan, rereogan, serta iring-iringan.

Karinding yakni alat buat mengusir hama di sawah. Nada yang dibuat dari getaran jarum karinding umumnya bersuara rendah low decible. Suaranya dibuat dari gesekan pegangan karinding serta ujung jari yang ditepuk-tepakkan. Nada yang keluar umumnya terdengar seperti nada wereng, belalang, jangkrik, burung, dan sebagainya. Yang jaman saat ini diketahui dengan istilah ultrasonik. Agar kerasan di sawah, langkah membunyikannya memakai mulut sehingga resonansina jadi musik. Saat ini karinding biasa dipadukan dengan alat musik yang lain.

8. Kecapi / Kacapi

alat musik kacapi
alat musik kacapi

Kacapi adalah alat musik Sunda yang dimainkan menjadi alat musik penting dalam Tembang Sunda atau Mamaos Cianjuran serta kacapi suling.

Kata kacapi dalam bahasa Sunda ikut menunjuk pada tanaman sentul, yang diakui kayunya dipakai untuk bikin alat musik kacapi.

Kacapi parahu ialah satu kotak resonansi yang sisi bawahnya diberi lubang resonansi untuk memungkinkan suara keluar. Bagian-bagian tipe kacapi ini dibuat demikian rupa hingga mirip perahu. Semasa yang lalu, kacapi ini dibuat langsung dari bongkahan kayu dengan memahatnya.

Kacapi siter adalah kotak resonansi dengan bagian rata yang sejajar. Sama dengan kacapi parahu, lubangnya diletakkan di bagian bawah. Bagian sisi atas serta bawahnya berbentuk trapesium.

Untuk ke-2 type kacapi ini, setiap dawai diikatkan dalam satu sekrup kecil pada bagian kanan atas kotak. Mereka bisa ditala dalam beberapa skema: pelog, sorog/madenda, atau salendro.

Sekarang ini, kotak resonansi kacapi dibuat lewat cara mengelem sisi-sisi enam bidang kayu.

9. Suling

alat musik suling bambu
alat musik suling bambu

Suling ialah alat musik dari keluarga alat musik tiup kayu atau terbuat dari bambu. Nada suling berciri lembut serta bisa digabungkan dengan alat musik yang lain dengan baik.

Suling moderen untuk beberapa pakar biasanya terbuat dari perak, emas atau kombinasi kedua-duanya. Sedang suling untuk pelajar biasanya terbuat dari nikel-perak, atau logam yang dilapis perak.

Suling konser standard ditalakan di C dan memiliki jangkauan suara 3 oktaf diawali dari middle C. Namun, pada beberapa suling untuk beberapa pakar ada kunci penambahan untuk sampai suara B dibawah middle C. Ini bermakna suling adalah salah satunya alat musik orkes yang tinggi, hanya piccolo yang lebih tinggi lagi dari suling. Piccolo ialah suling kecil yang ditalakan satu oktaf tambah tinggi dari suling konser standard. Piccolo pun biasanya dipakai dalam orkes.

Suling konser modern mempunyai beberapa pilihan. Thumb key B-flat (dibuat dan dirintis oleh Briccialdi) standard. B foot joint, akan tetapi, adalah pilihan tambahan untuk model menengah ke atas dan profesional.

Suling open-holed, pun biasa dimaksud French Flute (dimana beberapa kunci mempunyai lubang di tengahnya hingga pemain harus menutupnya dengan jarinya) umum pada pemain tingkat konser. Akan tetapi beberapa pemain suling (khususnya beberapa pelajar, dan bahkan juga sejumlah para pakar) memilih closed-hole plateau key. Beberapa pelajar biasanya memakai penutup sementara untuk tutup lubang tersebut sampai mereka berhasil menguasai penempatan jari yang sangat pas.

10. Tarawangsa

alat musik Tarawangsa tengah sumber paseban
alat musik Tarawangsa tengah sumber paseban

Tarawangsa adalah salah satunya type kesenian rakyat yang berada di Jawa Barat. Istilah “Tarawangsa” sendiri mempunyai dua pemahaman: (1) alat musik gesek yang mempunyai dua dawai yang terbuat dari kawat baja atau besi serta (2) nama dari salah satunya type musik tradisionil Sunda.

Tarawangsa lebih tua keberadaannya dibanding rebab, alat gesek yang lainnya. Naskah kuno Sewaka Darma dari pertama era ke-18 sudah menyebutkan nama tarawangsa menjadi nama alat musik. Rebab tampil di tanah Jawa sesudah jaman Islam kurang lebih era ke-15—16, merupakan penyesuaian dari alat gesek bangsa Arab yang dibawa oleh beberapa penyebar Islam dari tanah Arab serta India. Sesudah munculnya rebab, tarawangsa biasa juga dinamai rebab jangkung (rebab tinggi), sebab ukuran tarawangsa biasanya lebih tinggi dibanding rebab.

Menjadi alat musik gesek, tarawangsa tentunya dimainkan lewat cara digesek. Namun yang digesek cuma satu dawai, yaitu dawai yang sangat dekat pada pemain; sesaat dawai yang satunya lagi dimainkan secara dipetik dengan jari telunjuk tangan kiri. Lalu, sebagai nama salah satu jenis musik, tarawangsa adalah satu ensambel kecil yang terbagi dalam satu tarawangsa serta satu alat petik tujuh dawai yang menyerupai kecapi, yang disebut Jentreng.

Kesenian Tarawangsa cuma bisa diketemukan di sejumlah daerah spesifik di Jawa Barat, yakni di daerah Rancakalong (Sumedang), Cibalong, Cipatujah (Tasikmalaya Selatan), Banjaran (Bandung), serta Kanekes (Banten Selatan). Dalam kesenian Tarawangsa di daerah Cibalong serta Cipatujah, tidak hanya dipakai dua type alat tertera di atas, ikut diperlengkapi dengan dua piranti calung rantay, suling, ikut nyanyian.

Nah itulah 10 alat musik khas jawa barat yang paling populer. Sebenarnya ada banyak sekali alat musik yang berasal dari jawa barat. tapi karena admin cuma ambil sumber dari wikipedia saja, cuma 10 ini saja yang sering admin dengar. Semoga dengan rincian ini kalian bisa lebih tau deh alat musik tradisional jawa barat yah. Tunggu Terus yah pengetahuan umum yang akan gue post secara random. Yah lumayan nambah-nambah ilmu penngetahuan umum kalian :).

admin

Gue adalah seorang yang agak males ribet-ribet dan juga punya sedikit jiwa petualang. gue buat blog ini dengan maksud untuk meng share pengalaman-pengalaman dan juga hobi-hobi yang gue senangin saat ini maupun kedepannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: